(Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia) - Ali Bin Abi Thalib
Dalam kehidupan makhluk di dunia pasti ada akhirnya yaitu kembali ke Sang Pencipta. Namun dalam perjalanannya tak satupun yang bisa menebak "ending" dari akhir cerita kehidupannya. Begitu pula dengan sebuah cerpen, tentu saja akan ada akhir kisahnya juga. Apakah akan berakhir bahagia, sedih, tak terduga atau masih penuh tanda tanya. Maka kitalah penulis yang menentukannya.
Semalam adalah pertemuan terakhir di kelas Ngabubuwrite. Materinya adalah Mengemas Ending. Pertemuan terakhir kemarin diisi oleh pemateri yang paling cantik, karena sebelumnya pemateri semuanya cowok. Perlu saya infokan, kelas Ngabubuwrite ini memang benar-benar berbobot. Para pemateri adalah anak-anak muda yang berbakat, penuh dedikasi dan karya-karya yang sudah tidak diragukan. Semuanya sudah memiliki nama di berbagai media yang memuat karya mereka. Jadi serasa di kelas menjadi muda lagi dan pura-pura lupa kalo sudah tua, hehe.
Secara semua pemateri keren-keren. Sampai bingung ketika disuruh milih pemateri favorit. Sampai ada teman sekelas yang ga mau milih salah satupun, karena semuanya keren-keren. Kalau saya masih milih sih. Karena hidup adalah pilihan ya saya tetap memilih salah satu dari mereka dong.
Kelas terakhir yang sebenarnya harus disimak dengan baik. Tapi apa daya, semalam sebelum berakhir kelas, sayanya sudah tepar. Bangun-bangun sudah ada sesi pembahasan saran dari tugas ke-4 kemarin. Duh, lagi-lagi melewatkan kelasnya, hehe. Intinya mengemas ending adalah bagaimana membuat cerita itu dapat mencengang, berkesan terus di kepala pembaca. Tentu saja hal itu juga butuh ilmu. Jadi ga asal kita membuat akhir cerita.
Ada beberapa teknik ending yang dapat dipelajari di kelas terakhir kemarin. Dan saya pun harus lebih banyak belajar lagi tekniknya, agar ending cerita yang saya buat dari penugasan bisa berakhir dengan mengesankan. Tapi namanya pemula, tetap saja masih dag dig dug juga mau buat endingnya kayak gimana, hehe.
Pesan terakhir mbak pemateri adalah, Saat menulis bertindaklah sebagai penulis. Setelah menulis bertindaklah sebagai editor. Wah, bener-bener pengalaman pertama kelas menulis yang amazing. Setiap tugas bener-bener dikoreksi. Mungkin bisa menjadi contoh bagi kita, terutama saya untuk memperhatikan tugas-tugas atau hasil pekerjaan siswa-siswa kita.
Bagaimana dengan teman-teman? Apakah kita juga akan membuat ending di Ramadhan detik-detik terakhir ini? Andalah penentunya.
Salam literasi. Tetap semangat menginspirasi. Dan selamat menunaikan ibadah puasa di 10 hari terakhir ini.
Magetan, 23 Ramadhan 1441H
|
Keren..... Wah calon bloger kece ini
BalasHapusWkwkwk...lagi latihan bund. Walaupun bukan jamane maneh ngeblog.Tapi tetep semangat gawe hiburan diri. Syukur2 bisa bermanfaat buat orang lain.
BalasHapus