Sudah beberapa kali ketika sedang menjelajahi aspal, saya melihat pemandangan yang menggemaskan. Fenomena membuang sampah dari dalam mobil. Entah itu sampah plastik atau tisu yang mereka buang lewat jendela mobil. Dan “njilalah” selalu saya pas di belakang mereka, makanya bisa melihat secara langsung kejadian tidak beretika tersebut. Dan pastinya saya auto ngomel kalo melihat kejadian seperti itu. Dalam hati selalu membatin, mobil sekeren itu tidak ada tempat sampah kah? Atau saya aja yang terlalu rese ngurusi orang lain? Merasa iri karena belum punya mobil? Hehehe.
Sebenarnya bukan masalah iri atau ingin mencampuri urusan orang lain, toh kalo saya protes ke mereka juga tidak bakal tersampaikan. Masalahnya mereka setelah buang sampah no problem, ga urus, jalan umum wae kok. Dan mobil sudah melesat kencang di depan. Lah saya? Masa iya mau mengejar bak Valentino Rossi yang sedang balapan? Tentu saja saya tidak akan mampu.
Yang menjadi masalah adalah iya kalo sampah itu jatuh bebas, kemudian terbawa angin dan mendarat dengan sempurna di tempat sampah (halu). La semisal sampah setelah dibuang melayang menimpuk orang yang naik sepeda motor di belakangnya, apa nggak bikin kaget tu. Iya mungkin hanya kena badan, kalo kena muka atau mata, pastinya auto kaget. Bisa membahayakan pengendara sepeda motor dan tentunya membahayakan pengendara yang lainnya.
Ah, terlalu alay, berlebihan. Bukankah Anda pakai kaca helm tu? Pakai masker tu? Iya, setiap helm ada kaca tetapi tidak semua orang memakai helm yang kacanya ditutup. Yang terpenting lagi adalah budaya membuang sampah di jalanan bukan budaya yang baik. Kenapa kita tidak menyediakan tempat sampah mini atau kresek-kresek kecil yang bisa digunakan untuk menampung sampah sementara dalam perjalanan? Toh nanti bisa kita buang setelah kita sampai tujuan, sifatnya tidak akan membuat mobil menjadi kotor.
Sebagai pengalaman, saya selalu membawa kresek kecil di saku tas ransel saya. Menjaga saat kita tidak bisa menemukan tempat sampah. Dan jika dalam perjalanan jauh tentu saja untuk mengantisipasi muntah, hehe. Jadi di dalam mobil tentunya sangat berpotensi untuk menaruh tempat sampah mini dengan mudah.
Saya yakin yang saya lihat selama ini hanya sebagian kecil saja mobil yang tidak menyediakan tempat sampah mini atau kresek darurat untuk menampung sampah selama di perjalanan. Semoga banyak mobil lain yang sudah memiliki kesadaran untuk memfasilitasi mobil mereka tempah sampah mini atau kresek sampah. Sehingga kita bisa ikut andil menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan dan tentunya membentuk karakter yang peduli dengan alam dan sesama.
Mari kita jaga alam sekitar dengan tetap ramah terhadap mereka, salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan, apalagi di jalan raya. Tulisan ini sebagai reminder bagi saya sendiri. Semoga bermanfaat. Salam literasi dan tetap semangat untuk menginspirasi.
Magetan, 25 Juni 2020


Ayo,kita sebagai bangsa Indonesia ikut berpartisipasi dalam memunculkan kesadaran membuang sampah pada tempatnya. Agar bangsa Indonesia tidak dikenal sebagai bangsa yang suka membuang sampah sembarangan
BalasHapusSemangat... Ayo jadi generasi hijau...
BalasHapus